RSS
Facebook
Twitter


Dari statistik jumlah perselingkuhan mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir ini, jumlahnya meningkat seiring dengan arus komunikasi yang semakin terbuka. Bahkan dominasi pria dalam berselingkuh semakin dipepet oleh jumlah wanita selingkuh yang semakin tinggi. Jumlahnya sudah hampir sama banyak, terutama di kota-kota besar.

Di bawah ini 12 mitos selingkuh yang umum dipercayai orang beserta fakta-fakta yang jarang diketahui.

Mitos 1: Orang berselingkuh karena tidak bahagia

Meskipun tidak bahagia bisa menjadi alasan utama orang selingkuh, faktanya banyak juga orang yang bahagia tetap berselingkuh dan sebaliknya banyak yang tidak bahagia tapi bisa bertahan tidak selingkuh.

Motivasi pria dan wanita terhadap perselingkuhan sedikit berbeda. Pernyataan di atas sebagian besar dialami oleh kaum wanita yang selingkuh. Banyak wanita berkeluarga melakukan perselingkuhan karena merasa rumah tangga mereka tidak bahagia.

Hal sebaliknya terjadi pada pria. Meskipun tidak bahagia bisa menjadi alasan yang tepat untuk berselingkuh, kenyataannya banyak pria yang mencintai keluarga mereka dan memiliki kehidupan seks yang baik di rumah tetap berselingkuh dengan wanita lain. Sebanyak 56% pria di Amerika selingkuh bukan karena mereka tidak bahagia di rumah, dan 34% wanita setuju dengan pernyataan alasan perselingkuhan adalah karena tidak bahagia.

Mitos 2: Pria lebih sering selingkuh ketimbang wanita

Itu dulu, sekarang wanita selingkuh sudah sama banyaknya dengan pria selingkuh. Kenapa? karena alasan wanita selingkuh sama dengan pria, ada orang idaman lain. Faktor kesempatan dan godaan yang sama besar membuat potensi wanita berselingkuh sama besarnya dengan pria. Umumnya alasan para istri berselingkuh adalah karena tidak lagi dihargai sebagai istri oleh suami mereka.

Mitos 3: Semua perselingkuhan disebabkan karena dorongan seks

Memang betul banyak perselingkuhan didasari oleh dorongan seksual dan hampir semua perselingkuhan akan melibatkan seks di dalamnya, tetapi seks bukan semata-mata penyebab orang selingkuh. Perselingkuhan adalah cara orang mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan dalam keluarga mereka.

Mitos 4: Berselingkuh berarti sudah tidak cinta lagi

Mungkin semua orang yang diselingkuhi akan merasa demikian, tapi ini mitos, faktanya belum tentu demikian. Banyak orang yang mampu memisahkan urusan cinta dan seks dan mampu berhubungan intim dengan orang lain dan masih menyimpan perasaan cintanya kepada pasangannya. Berselingkuh bukan berarti dia tidak cinta lagi kepada anda, tetapi yang pasti berselingkuh bermakna dia tidak lagi menghormati komitmen yang anda bangun berdua.

Mitos 5: Berhubungan seks dengan mantan bukan selingkuh

Karena sudah pernah melakukannya di masa lalu, maka saat berselingkuh rasa bersalah itu kecil. Rasanya beda ketika berselingkuh dengan orang yang betul-betul baru dikenal. Ini mitos dan justru berhubungan seks dengan mantan memiliki konsekuensi risiko yang lebih besar. Yang pasti anda pernah melewati saat-saat bersama dan berpisah dengan mantan anda. Ketika anda berhubungan seks dengannya, maka segala perasaan termasuk rasa sakit di masa lalu akan kembali hadir bersamanya.

Mitos 6: Punya pasangan setia akan membuat anda juga setia

Mungkin kemungkinan selingkuh menurun tapi tidak membuat pasangan anda benar-benar setia 100%. Oleh karena itu memiliki pasangan yang setia tentu sangat baik, jadi pilihlah orang yang tepat sebagai pasangan. Hal-hal yang bersifat moral, sistem nilai dan latar belakang keluarga memiliki pengaruh yang kuat pada apakah seorang akan selingkuh atau tidak.

Mitos 7: Jika dia pernah selingkuh maka kemungkinan dia juga akan menyelingkuhi anda

Mitos ini hampir benar, jika pasangan anda memiliki sejarah senang berselingkuh di masa lalu dan tidak mengevaluasi diri mereka, maka besar kemungkinan dia juga akan selingkuh dari anda suatu saat nanti.

Mitos 8. Anda harus mengaku jika sudah selingkuh

Mengaku bersalah telah selingkuh kepada pasangan mungkin bisa menyelamatkan keluarga dari perpecahan ketimbang tidak mengaku tapi malah tertangkap basah sedang selingkuh. Tetapi jika perselingkuhan anda tidak ketahuan maka lebih baik stop dan berhenti diam-diam. Banyak pasangan yang labil dan kehilangan harga diri setelah mengetahui pasangannya berbuat selingkuh.

Mitos 9: No seks berarti bukan selingkuh

Faktanya meskipun kebanyakan dorongan selingkuh dimulai dari seks dan hampir semua perselingkuhan dibumbui dengan seks, bukan berarti mencintai orang lain bukan selingkuh. Bahkan 80% perselingkuhan dimulai dari sekedar pertemanan biasa saja, yang karena sering bersama menimbulkan bibit-bibit cinta di hati. Dari yang awalnya berteman biasa menjadi tempat curhat dan akhirnya menjadi teman selingkuh.

Mitos 11: Berfantasi mengenai orang lain berarti anda tidak setia

Bisa ya bisa tidak, banyak terapis seks mengatakan tidak apa-apa berselingkuh dalam fantasi. Biasanya kalimat tersebut berhubungan dengan terapi yang sedang dilakukan karena adanya gangguan seksual yang mengharuskan penderita memikirkan orang lain sebagai objek seks. Tetapi beberapa ahli lain berpendapat bahwa memikirkan orang lain saat berhubungan seks adalah selingkuh atau berisiko melakukan selingkuh dikemudian hari.

Mitos 12: Wanita dominan dalam keluarga cenderung selingkuh

Bisa jadi kalimat tersebut benar meskipun tidak 100% betul. Wanita dominan biasanya lebih mandiri secara ekonomi dan  mampu mengambil keputusan sendiri tanpa suami. Ketidakpuasan terhadap suami bisa menjadi pencetus mereka mencari pria lain untuk berselingkuh.

Demikian 12 mitos selingkuh yang perlu anda ketahui. Ingat, semua pasangan pasti setia saat di rumah tetapi tidak semua pasangan mampu membawa kesetiaan mereka keluar dari rumah.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar